Subaru WRX Dihentikan di Jepang, Pasar AS Tidak Terpengaruh

17

Subaru telah mengumumkan akan menghentikan produksi model WRX untuk pasar domestik Jepang pada tanggal 18 Mei, mengakhiri pesanan untuk WRX S4 standar dan WRX S4 STI berperforma tinggi. Meskipun ada perubahan ini, pasar Amerika akan terus menerima WRX, seperti yang dikonfirmasi oleh juru bicara Subaru kepada Motor1.

Pergeseran Produksi dan Penurunan Penjualan

Keputusan menghentikan produksi WRX di Jepang terkait dengan penurunan penjualan. Pada tahun 2025, penjualan WRX turun lebih dari 40% karena Subaru memprioritaskan produksi kendaraan dengan margin lebih tinggi. Perusahaan menjual kurang dari 11.000 WRX di AS tahun lalu. Untuk mengatasi hal ini, Subaru memperkenalkan kembali trim dasar WRX pada tahun 2026, menaikkan harganya lebih dari $5.000—sebuah langkah yang dirancang untuk meningkatkan profitabilitas.

Produksi AS Tetap Stabil

WRX yang dijual di Amerika Serikat diproduksi di pabrik Subaru Gunma Yajima di Jepang dan diimpor. Namun, penghentian di Jepang tidak menandakan berakhirnya ketersediaan di AS. Subaru telah menunjukkan komitmennya terhadap performa kendaraan meskipun ada tantangan. WRX generasi saat ini, diluncurkan pada tahun 2022, berbagi platform dengan Legacy dan Crosstrek, dua model yang sudah diproduksi di AS, sehingga menunjukkan potensi penyesuaian produksi di masa depan jika diperlukan.

Pandangan Masa Depan

Meski berakhirnya WRX di Jepang mengkhawatirkan para peminatnya, Subaru tetap menyatakan bahwa mereka “masih berkomitmen terhadap mobil performa tinggi”. Perusahaan mungkin mempertimbangkan untuk mengalihkan produksi ke tempat lain untuk memenuhi permintaan. Penghentian varian STI masih menjadi perhatian sebagian pembeli, namun diperkenalkannya kembali trim dasar diharapkan dapat membantu meningkatkan volume penjualan.

Keputusan untuk menghentikan produksi WRX di Jepang mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam strategi manufaktur Subaru, memprioritaskan profitabilitas dibandingkan model khusus. Namun, pasar AS tetap menjadi target utama untuk sedan performa tinggi tersebut, dan Subaru saat ini tidak memiliki rencana untuk menghentikannya.