Mercedes-Benz bersiap untuk menantang sedan i3 listrik BMW yang baru-baru ini diluncurkan dengan C-Class EQ serba listrik miliknya sendiri. Direncanakan akan diluncurkan pada bulan April, kendaraan ini akan bersaing langsung dengan i3, mencerminkan strategi BMW dengan menawarkan versi listrik di samping model mesin pembakaran tradisional.
Pergeseran Desain: Kembali Menuju Konvensional
C-Class EQ menandai penyimpangan dari bahasa desain “EQ” Mercedes yang lebih eksperimental seperti yang terlihat pada model seperti EQS dan EQE. Sementara prototipe awal menunjukkan perubahan radikal, Mercedes tampaknya mengadopsi siluet sedan yang lebih konvensional, menampilkan kap mesin yang lebih panjang dan profil yang lebih rendah. Kisi-kisi depan akan diterangi secara mencolok dengan ratusan LED, mirip dengan GLC EQ, namun tetap menjadi pilihan desain yang memecah belah.
Performa dan Teknologi
C-Class EQ didasari oleh arsitektur MB.EA Mercedes-Benz—platform yang sama yang digunakan pada GLC EQ—yang menggabungkan teknologi 800 volt untuk pengisian daya yang lebih cepat. Ini juga akan mencakup transmisi dua kecepatan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja, bersama dengan kemudi roda belakang opsional dan suspensi udara adaptif.
Jangkauan dan Kekuatan
C-Class EQ diharapkan menawarkan pilihan baterai mulai dari 64 kWh hingga 94 kWh. Varian C 400 4MATIC Electric diproyeksikan mampu mencapai jarak tempuh hingga 450 mil (724 km) pada siklus WLTP, sedikit lebih rendah dibandingkan BMW i3 yang mencapai 559 mil (900 km). Namun, Mercedes akan tetap kompetitif dengan tingkat pengisian DC puncak sebesar 330 kW.
Powertrain motor gandanya akan menghasilkan tenaga sekitar 482 hp dan torsi 800 Nm (590 lb-ft), memungkinkan akselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 4,5 detik. Harga diperkirakan antara $50.000 dan $60.000, dengan peluncuran pasar diharapkan pada akhir tahun 2026.
Mercedes-Benz C-Class EQ mewakili langkah strategis produsen mobil Jerman untuk bersaing langsung di pasar sedan listrik yang sedang berkembang. Dengan memadukan desain yang lebih familiar dengan teknologi mutakhir, Mercedes bertujuan untuk menarik pembeli yang mencari keseimbangan antara tradisi dan inovasi.
