Mobil Sport Rotary Mazda: Gairah vs. Untung

17
Mobil Sport Rotary Mazda: Gairah vs. Untung

Rencana Mazda untuk menghadirkan sports coupe bertenaga putar, yang awalnya dipicu oleh kegembiraan seputar konsep Iconic SP 2023, kini menghadapi rintangan yang signifikan. Meskipun antusiasme internal terhadap produk andalan bergaya RX-7 baru tetap tinggi, kondisi keuangan perusahaan menimbulkan keraguan pada produksinya.

Impian Penggemar

Kepala perencanaan Mazda Eropa, Moritz Oswald, membenarkan diskusi yang sedang berlangsung seputar Iconic SP. Dia mengakui banyaknya penggemar mobil di dalam perusahaan yang sangat ingin meluncurkan “produk emosional”. Sentimen ini sejalan dengan pernyataan sebelumnya dari kepala desain Mazda, Masashi Nakayama, yang menyatakan bahwa konsep tersebut bukan sekadar mobil pamer tetapi merupakan pendahulu model produksi masa depan.

Realitas Finansial

Namun, para eksekutif Mazda juga menekankan pentingnya profitabilitas. Oswald menyatakan bahwa meskipun perusahaan dapat merekayasa mobil sport menarik seharga $100.000, memastikan penjualan yang cukup untuk membenarkan investasi tersebut masih jauh dari jaminan. MX-5 tetap menjadi “mobil halo” utama Mazda karena kelayakan pasarnya yang telah terbukti.

Pertimbangan Powertrain

Jika mobil sport rotari benar-benar terwujud, R&D Mazda menyarankan pengaturan powertrain yang lebih langsung daripada konsep awal Iconic SP. SP menggunakan mesin rotari sebagai generator motor listrik, namun para peminat ingin merasakan tenaga mesin secara langsung, kemungkinan melalui sistem hybrid paralel.

Pandangan Masa Depan

Pernyataan yang bertentangan dari Mazda Eropa dan tim desain perusahaan mengungkapkan kesenjangan strategis. Mazda tampaknya lebih cenderung memprioritaskan produk yang stabil secara finansial dibandingkan usaha berisiko. Iconic SP mungkin berfungsi sebagai pratinjau desain untuk MX-5 generasi berikutnya, atau powertrain putar dapat muncul di kendaraan yang sama sekali berbeda, seperti coupe empat pintu Vision X.

Pada akhirnya, keputusan Mazda bergantung pada keseimbangan semangat para insinyurnya dengan tuntutan pasar. Impian akan RX-7 baru tetap hidup, namun masa depannya masih belum pasti.