Tiongkok Melarang Roda Kemudi Jet-Fighter Tesla, Semakin Membatasi Desain EV

12

Tiongkok mulai melarang penggunaan roda kemudi “yoke” yang tidak konvensional—yang dipopulerkan oleh Tesla dan Lexus—bersamaan dengan fitur desain kontroversial lainnya seperti gagang pintu pop-out, sebagai bagian dari peraturan keselamatan otomotif baru yang lebih ketat. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) telah menyusun aturan yang menganggap desain ini tidak aman, dan memprioritaskan perlindungan pengemudi jika terjadi tabrakan.

Masalah Keamanan Mendorong Larangan

Masalah utama pada roda kemudi model yoke adalah berkurangnya bantalan antara pengemudi dan kolom kemudi saat terjadi benturan. Roda kemudi tradisional menawarkan luas permukaan yang jauh lebih luas untuk meredam benturan, sehingga mengurangi risiko cedera. Standar baru, ‘GB 11557-202X’, memerlukan pengujian benturan yang ketat pada sepuluh titik di seluruh roda kemudi, sebuah tantangan bagi desain kuk dengan struktur minimal.

Mulai tanggal 1 Januari, kendaraan dengan roda kemudi yoke akan dilarang dijual di Tiongkok, dan model yang sudah ada kemungkinan akan diberikan masa transisi singkat untuk mematuhinya. Keputusan ini tidak mempengaruhi sebagian besar pabrikan, karena kuk masih relatif khusus—pertama mendapatkan daya tarik dengan Tesla Model S Plaid dan kemudian muncul di Model X dan Lexus RZ.

Selain Roda Kemudi: Pembatasan Pegangan Pintu

Larangan ini juga berlaku pada gagang pintu listrik pop-out bergaya Tesla. Peraturan baru mengamanatkan bahwa semua kendaraan di bawah 3,5 ton harus dilengkapi mekanisme pelepasan darurat fisik dan mekanis untuk pintu interior dan eksterior. Hal ini untuk memastikan penumpang bisa keluar jika terjadi pemadaman listrik.

Langkah-langkah ini menunjukkan semakin ketatnya perhatian Tiongkok terhadap desain otomotif, terutama desain yang mengutamakan estetika dibandingkan standar keselamatan yang telah terbukti.

Implikasinya bagi Produsen Mobil

Tindakan keras ini merupakan kemunduran lain bagi Tesla di pasar Tiongkok, menyusul pembatasan sebelumnya pada kendaraannya. Produsen mobil lain seperti Mercedes-Benz, yang berencana memperkenalkan roda kemudi bergaya yoke pada model mendatang, juga perlu menyesuaikan desain mereka untuk penjualan di China.

Tren ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara desain mobil inovatif dan protokol keselamatan yang sudah ada. Seiring berkembangnya teknologi kendaraan, regulator semakin memperkuat kebutuhan akan fitur keselamatan yang fungsional dan andal, meskipun itu berarti mengorbankan elemen tertentu yang futuristik atau tidak konvensional.

Langkah Tiongkok ini menggarisbawahi pesan yang jelas: keselamatan adalah yang terpenting, dan produsen harus memprioritaskannya dalam desain mereka, terutama di pasar otomotif terbesar di dunia.