Pengembalian Krisis Semikonduktor: Industri Otomotif Menghadapi Kekurangan Chip Baru

13

Industri otomotif, yang masih dalam tahap pemulihan dari kekurangan semikonduktor yang parah pada tahun 2020-2021, bersiap menghadapi gelombang baru kendala pasokan. Kali ini, hambatannya berpusat pada chip memori akses acak dinamis (DRAM), komponen penting untuk fitur kendaraan modern, mulai dari kursi bertenaga hingga sistem keselamatan canggih.

Mengapa Ini Penting Sekarang

Semikonduktor sudah ada di mana-mana di mobil. Kendaraan modern mengandalkan ribuan chip ini untuk mengoperasikan segala hal mulai dari infotainment hingga teknologi bantuan pengemudi yang penting. Situasi saat ini bukan hanya soal kuantitas; ini tentang jenis chip yang sekarang diminati. Kekurangan sebelumnya terfokus pada komponen yang kurang canggih, namun tantangan baru melibatkan DRAM canggih, yang mendukung fitur-fitur mutakhir.

Permintaan AI Menjadi Prioritas

Masalah intinya sederhana: Pusat data yang berfokus pada AI mengalahkan sektor otomotif dalam hal kapasitas produksi semikonduktor. Menurut S&P Global, margin keuntungan yang lebih tinggi dalam memasok perangkat keras untuk aplikasi kecerdasan buatan mengalihkan produksi dari produsen mobil, meskipun produksi semikonduktor secara keseluruhan meningkat sejak tahun 2023.

Pasar sangat terkonsentrasi: tiga perusahaan menguasai 88% pasokan chip DRAM, memberi mereka pengaruh yang signifikan dalam memprioritaskan pelanggan. Ini bukan soal kelangkaan secara keseluruhan, tapi soal ke mana sumber daya yang terbatas itu diarahkan.

Lonjakan Harga dan Peningkatan yang Dipaksa

Analis memperkirakan harga DRAM bisa melonjak 70-100% antara tahun 2025 dan 2026. Mengingat meningkatnya jumlah semikonduktor pada kendaraan, dan peraturan keselamatan yang lebih ketat yang mewajibkan teknologi lebih maju, hal ini berpotensi menyebabkan kenaikan harga mobil baru secara signifikan sebelum akhir dekade ini.

Menambah tekanan, produsen secara bertahap menghentikan desain chip lama, sehingga memaksa pembuat mobil untuk meningkatkan sistem mereka. Meskipun chip lama ini masih digunakan secara luas, produksinya akan terhenti pada tahun 2027, sehingga produsen mobil hanya memiliki waktu dua tahun untuk beradaptasi. Mayoritas teknologi ADAS saat ini bergantung pada semikonduktor lama ini, yang berarti peralihan cepat ke chip yang lebih baru tidak dapat dihindari.

Intinya

Kekurangan chip bukan hanya masalah rantai pasokan; ini adalah penataan kembali yang strategis. AI mendorong permintaan, dan produsen mobil berada di urutan kedua. Hal ini kemungkinan besar akan berdampak pada harga kendaraan yang lebih tinggi dan memaksa produsen untuk mempercepat penerapan teknologi baru dan lebih mahal. Industri otomotif harus beradaptasi dengan cepat atau berisiko kehilangan harga pasar.