Merek premium BYD, Denza, melibatkan masyarakat dalam menamai jajaran supercar Z mendatang – sebuah langkah yang menyoroti tren pertumbuhan produsen mobil yang secara langsung melibatkan konsumen dalam pengembangan produk. Kampanye ini mencakup tiga versi berbeda: hardtop, convertible, dan model yang berfokus pada trek, masing-masing dengan kemungkinan penamaannya sendiri.
Proses Penamaan dan Timeline
Denza Z telah merilis saran nama awal dan menerima kiriman publik hingga 10 April. Peserta dapat mengusulkan sufiks untuk dipasangkan dengan “Denza Z” dalam bahasa apa pun, termasuk kombinasi istilah Tiongkok dan asing. Prosesnya disusun dalam dua tahap: pemilihan produsen sebanyak 30 entri, diikuti dengan pemungutan suara publik di platform Weibo untuk menentukan nominasi akhir. Pemenang akan menerima hadiah, termasuk hadiah utama dan berbagai penghargaan untuk popularitas dan kreativitas.
Usulan Arah Penamaan
Proposal awal pabrikan menampilkan pendekatan yang beragam. Satu set menggunakan frasa berbahasa Mandarin yang menggugah seperti “Ride the Wind,” “Bask in the Wind,” dan “Command the Wind” untuk masing-masing versi hardtop, convertible, dan track. Kumpulan lainnya menggunakan istilah bahasa Inggris – “FUN”, “FREE”, dan “FLY” – untuk varian yang sama. Pendekatan ketiga condong ke arah sebutan yang berfokus pada kinerja seperti “Z-ONE”, “Z-RS”, dan “S-719”.
Opsi-opsi ini menunjukkan bahwa Denza terbuka terhadap nama-nama yang relevan secara budaya dan menarik secara internasional, yang mencerminkan strategi pemasaran yang lebih luas.
Fokus Varian dan Diferensiasi
Setiap varian Denza Z dirancang untuk pengalaman berkendara yang spesifik. Model hardtop menekankan aksesibilitas terhadap teknologi yang terinspirasi dari trek dan kenikmatan berkendara secara keseluruhan. Mobil convertible diposisikan sebagai kendaraan yang berorientasi gaya hidup dengan desain soft-top. Versi trek mengutamakan performa, konstruksi ringan, dan eksklusivitas.
Latar Belakang dan Perkembangan
Denza Z, supercar dua pintu, pertama kali diluncurkan sebagai konsep di Shanghai Auto Show pada April 2025. Dirancang oleh Wolfgang Egger, kendaraan ini memiliki spatbor belakang yang mencolok dan spoiler yang menonjol. Penampakan pra-produksi di Tiongkok telah mengkonfirmasi keberadaan model bodi coupe dan convertible, selaras dengan kampanye penamaan saat ini.
Denza Z akan menggunakan sistem suspensi DiSus-M canggih dari BYD, yang dikenal dengan waktu respons cepat (10 milidetik) dan kontrol bodi berbasis sensor. Spy shot dari versi produksi memperlihatkan desain yang sangat mirip dengan konsep aslinya, termasuk gaya depan membulat, jendela tanpa bingkai, dan lampu belakang dua elemen. Namun, sayap belakang besar yang sebelumnya terlihat pada konsep tersebut telah dihilangkan dalam model pengujian.
Kampanye penamaan publik Denza Z bukan hanya tentang branding; ini adalah strategi yang disengaja untuk membangun sensasi, mendorong keterlibatan komunitas, dan mengumpulkan preferensi konsumen di dunia nyata. Pendekatan ini menjadi semakin umum di industri otomotif, karena produsen menyadari pentingnya interaksi langsung dengan pembeli potensial.






















