Bentley akan terus menawarkan SUV Bentayga dengan opsi mesin hybrid dan pembakaran internal (ICE) setidaknya hingga tahun 2028, bersamaan dengan peluncuran SUV listriknya yang akan datang pada tahun depan. Keputusan ini mencerminkan adaptasi merek terhadap berbagai peraturan global dan preferensi konsumen, khususnya di pasar-pasar utama seperti AS, Tiongkok, dan Eropa.
Strategi Bentayga yang Berkembang
Selama lebih dari sebelas tahun, Bentayga telah menjadi andalan penjualan Bentley, mempertahankan permintaan yang kuat terhadap mesin bensin dan hibrida. Daripada berkomitmen penuh pada elektrifikasi, perusahaan akan memperkenalkan Bentayga generasi berikutnya sebagai hibrida plug-in, sambil tetap mempertahankan opsi ICE di wilayah tertentu.
Menurut CEO Bentley Frank Walliser, perbedaan legislatif mendorong pendekatan ini: “Kami juga akan berada di pasar yang sangat selektif untuk penawaran khusus ICE, bergantung pada pasar, karena kami melihat adanya pengalihan besar dalam undang-undang tersebut. AS kini terlihat sangat berbeda dibandingkan Tiongkok dan Eropa, karena Eropa sangat membatasi.” Artinya, meskipun Eropa kemungkinan akan menerapkan standar emisi yang lebih ketat, pasar AS dan Timur Tengah mungkin akan terus mendukung model ICE berperforma tinggi.
Arsitektur Bersama untuk Efisiensi
Bentayga baru akan memanfaatkan platform PPC Volkswagen Group yang ditingkatkan, yang juga digunakan pada Audi Q7 dan Q9 mendatang, serta kemungkinan besar Porsche Cayenne baru. Arsitektur bersama ini akan mengurangi biaya pengembangan sekaligus memungkinkan fleksibilitas powertrain.
Model entry-level diharapkan menampilkan plug-in hybrid V6 baru, sementara versi performa lebih tinggi akan bervariasi berdasarkan peraturan setempat. Mesin V8 andalan, mirip dengan Bentayga Speed saat ini, kemungkinan tidak akan dijual di Eropa tetapi mungkin tetap tersedia di AS dan Timur Tengah karena peraturan yang kurang ketat dan permintaan pelanggan yang kuat.
Hibrida Unggulan untuk Eropa
Untuk memenuhi pasar Eropa, Bentley merencanakan plug-in hybrid berperforma tinggi dengan mesin V8 sebagai intinya. Hal ini mungkin melibatkan penggunaan powertrain hybrid plug-in Porsche untuk memenuhi standar emisi Eropa sambil tetap memberikan performa mewah.
Pembatalan Platform EV yang Dipesan Lebih Dahulu
Meskipun sebelumnya ada rencana untuk platform SSP-Sports khusus, Bentley dan Porsche tidak akan menggunakan sasis khusus untuk kendaraan listrik kelas atas mereka. Kurangnya permintaan terhadap model-model ini membuat investasi tidak berkelanjutan. Namun, Bentley tetap cukup menguntungkan untuk berinvestasi dalam peningkatan teknik yang “didanai sendiri”. Walliser menyarankan bahwa generasi masa depan dapat memanfaatkan mesin, girboks, motor listrik, dan baterai baru untuk lebih meningkatkan kinerja hibrida.
Kesimpulannya, Bentley secara strategis menyeimbangkan transisinya ke kendaraan listrik dengan terus menawarkan ICE dan hibrida untuk mengakomodasi beragam kondisi pasar dan preferensi pelanggan. Pendekatan pragmatis ini memastikan merek tetap kompetitif dalam lanskap otomotif yang berkembang pesat.























