Pejabat tinggi kepolisian Australia Selatan mendesak pengecer bahan bakar untuk mengambil tanggung jawab atas meningkatnya penjualan bahan bakar, seiring dengan meningkatnya pencurian seiring dengan tingginya harga bahan bakar. Komisaris Grant Stevens telah menyatakan bahwa polisi tidak akan memprioritaskan penyelidikan kejahatan yang “sepenuhnya dapat dicegah” ini, sehingga secara efektif mengalihkan beban pencegahan ke pemilik bengkel.
Lonjakan Pencurian Bahan Bakar Didorong oleh Tekanan Ekonomi
Langkah ini dilakukan ketika jumlah penumpang yang berkendara di Australia Selatan melonjak 36% dalam satu minggu, dari 162 menjadi 221 insiden. Komisaris Stevens mengaitkan lonjakan ini dengan meningkatnya biaya hidup dan harga bahan bakar, dan memperkirakan akan terjadi peningkatan pencurian lebih lanjut seiring dengan meningkatnya tekanan keuangan. Ia menganjurkan penerapan pompa prabayar secara luas – sebuah sistem yang umum di AS di mana pelanggan membayar sebelum mengisi bahan bakar, sehingga dapat membatasi potensi kerugian.
“Jika industri tidak mau bertindak, maka saya akan membuat keputusan yang akan memprioritaskan sumber daya kepolisian pada hal-hal yang perlu dibelanjakan dan tidak disia-siakan untuk menyelidiki atau memproses laporan kejahatan yang tidak perlu terjadi.” – Komisaris Hibah Stevens
Sikap Komisaris mencerminkan perdebatan yang lebih luas mengenai alokasi sumber daya: waktu polisi sangat berharga, dan penyelidikan pencurian yang mudah dihindari mengalihkan fokus dari kejahatan yang lebih serius. Kebijakan ini mencerminkan prinsip sederhana: jika suatu kejahatan dapat dicegah melalui tindakan yang wajar, maka tanggung jawab pencegahan harus berada di tangan mereka yang dapat melaksanakannya.
Resistensi Pengecer dan Kekhawatiran Mendorong Pencurian
Asosiasi Perdagangan Kendaraan Bermotor telah menyuarakan kekhawatiran bahwa komentar Komisaris tersebut secara tidak sengaja dapat mendorong pencuri bahan bakar, sehingga menciptakan persepsi bahwa kejahatan ini tidak akan dihukum. Namun, Stevens telah memperdebatkan hal ini selama lebih dari satu dekade, dan menyatakan bahwa pompa prabayar dapat menghilangkan pencurian ini dalam semalam.
ACCC Menyelidiki Pengecer Bahan Bakar di Tengah Tuduhan Mencungkil Harga
Situasi ini semakin diperumit dengan adanya pengawasan terhadap praktik penetapan harga pengecer bahan bakar. Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) telah meluncurkan penyelidikan terhadap Ampol, BP, Mobil, dan Viva Energy, dengan tuduhan adanya perilaku anti-persaingan dan kenaikan harga yang mencurigakan.
Investigasi ini dilakukan menyusul laporan gangguan pasokan terhadap pedagang grosir independen di daerah pedesaan, dimana ketua ACCC Gina Cass-Gottlieb menyatakan bahwa lembaga tersebut “meneliti dengan cermat semua pasar bahan bakar” selama krisis. Kenaikan harga bukan disebabkan oleh masalah pasokan, melainkan peningkatan permintaan domestik dan pembelian panik, yang diperburuk oleh ketegangan geopolitik.
Kombinasi dari meningkatnya pencurian, kelambanan polisi, dan potensi pencungkilan harga menciptakan situasi yang bergejolak bagi konsumen dan pengecer. Pergeseran dalam strategi penegakan hukum ini menyoroti semakin besarnya tekanan pada dunia usaha untuk mengatasi kejahatan yang dapat dicegah secara langsung, sementara badan pengawas menyelidiki masalah sistemik yang lebih dalam.
Pada akhirnya, situasi ini menggarisbawahi perlunya tindakan pencegahan proaktif dan pengawasan yang kuat terhadap industri bahan bakar untuk memastikan praktik yang adil dan melindungi konsumen.
